Tuesday, September 22, 2015

Mengungkap Peluang Bisnis Jasa Basuh Sepatu


 Bagi sebagian orang, sepatu telah menjadi bab dari gaya hidup untuk menunjang penampilannya. Persoalannya, membersihkan sepatu bukan pekerjaan gampang. Sepatu yang kotor dari bubuk atau noda tak cukup dibersihkan dengan sikat pembersih. Kondisi ini membuka peluang bisnis jasa cuci sepatu. Omzetnya mampu Rp 30 juta-Rp 75 juta per bulan.

Bagi sebagian orang, sepatu bukan lagi hanya sekadar alas kaki. Lebih dari itu, sepatu telah menjadi bab dari gaya hidup untuk menunjang penampilan seseorang. Dus, merawat kebersihan sepatu sudah menjadi hal yang wajib.
Persoalannya, membersihkan bubuk dan noda yang menempel di sepatu, bukan pekerjaan gampang. Bahkan, terkadang, sepatu yang kotor sulit dibersihkan dan tak cukup hanya dengan menggunakan sikat pembersih.
Tak pelak, peluang bisnis jasa cuci sepatu pun terbuka lebar. Kini, semakin marak pelaku usaha yang memperlihatkan jasa basuh sepatu. Salah satunya yakni Yenda Handriaman, pemilik Shoe Bible.
Bersama temannya yang berjulukan Dian Maya, dia menekuni bisnis laundry sepatu semenjak 2014. Sebelumnya, Yenda dan Dian yakni karyawan di sebuah produsen sepatu ternama di Tangerang, Banten. "Meski kami karyawan di bagian marketing, tapi sebab kerja di perusahaan sepatu, kami harus mengerti cara perawatan sepatu, " kata Yenda.
Saat ini, kata Yenda, Shoe Bible telah mempunyai sembilan gerai yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta dan Padang, Sumatra Barat. Gerai pertama dibuka Yenda di Pasar Santa, Jakarta Selatan.
Yenda membandrol jasa cuci sepatu dengan tarif bervariasi, mulai dari Rp  60.000 untuk sepatu jenis sneakers dan sepatu bahan kanvas. Yang paling mahal ialah jasa cuci sepatu dari materi kulit dan suede Rp 147.000 per pasang. "Paling sulit membersihkan sepatu dari materi kulit kuda dan suede. Sebab, bila cara mencucinya tidak baik, bahan sepatu bisa menjadi berbulu," kata Yenda.
Dalam sehari, Yenda mengklaim, Shoe Bible mampu mencuci lebih dari 20 pasang sepatu dengan rata-rata omzet setiap gerai Rp 2,5 juta per hari. Jadi, omzet setiap gerai Shoe Bible bisa tembus Rp 75 juta per bulan.
Penyedia jasa laundy sepatu lainnya yaitu Tirta Mandirahudim, pemilik Shoes and Care di Yogyakarta. Sebelumnya, Tirta adalah kolektor sepatu yang kerap mengalami kesulitan membersihkan sepatunya sendiri.
Bahkan, untuk merawat koleksinya itu, Tirta harus mencari formula khusus pembersih sepatu dari Australia. "Pada 2009, aku beli formula itu dengan harga Rp 250.000 ukuran botol kecil. Dari situ, aku  cari wangsit menciptakan formula sendiri dengan tunjangan teman-teman," kata dia.
Shoes and Care mulai bangkit pada 2014. Kini, Shoes and Care sudah memiliki 11 gerai yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta, Solo, dan Medan. Dalam waktu dekat, Tirta akan melakukan perluasan bisnis ke Singapura dengan membuka satu gerai Shoes and Care.
Tirta mengaku, satu gerai Shoes and Care di Jakarta mampu mencuci 30 pasang sepatu. Sedangkan gerai di Yogyakarta mampu mencuci sampai 60 pasang sepatu.
Dengan tarif jasa cuci sepatu Rp 25.000-Rp 150.000 per pasang, satu gerai Shoes and Care bisa meraup omzet Rp 30 juta sampai Rp 75 juta per bulan. Anda tertarik?  

sumber : kontan.co.id

 sepatu telah menjadi bagian dari gaya hidup  untuk menunjang penampilannya Mengungkap peluang bisnis jasa cuci sepatu

jasa SEO murah Jakarta jasa SEO murah berkualitas jasa SEO murah Jakarta jasa SEO murah bergaransi

No comments:

Post a Comment